RESENSI BUKU Marketing Revolution RESENSI BUKU Marketing Revolution

Saturday, September 5, 2009

RESENSI BUKU Marketing Revolution

. Saturday, September 5, 2009

Pada bab ini mengemukan ada enam jurus marketing yang inspirasional.antara lain :

RESENSI BUKU

Diringkas oleh : Muchtar
Judul Buku : Marketing Revolution
Judul Bab : Jurus-Jurus Marketing Yang Inspirasional (Bab 9)
Pengarang : Tung Desem Waringin
Peneribit : PT. Gramedia Pusaka Utama Jakarta
Halaman :203 – 223


Pada bab ini mengemukan ada enam jurus marketing yang inspirasional.antara lain :

1. Jurus funnelling.

Perlunya memperbanyak calon konsumen sebelum kegiatan berjualan berlangsung. Jika ini tidak dilakukan maka ibaratnya orang memasukkan air ke dalam botol dengan sedotan. Funneling bisa dilakukan melalui media seperti brosur, radio, televisi dan sebagainya. Funnelling dirancang untuk mengumpulkan sebanyak mungkin calon konsumen dengan promo “gratis”.

Kata “gratis” dalam sebuah brosur mengandung makna tidak dipungut biaya. Kata ini juga bermakna sebagai upaya untuk menarik calon konsumen sebanyak-banyaknya, dan inilah jurus funnelling. Memang benar, dengan cara itu kita memperbanyak lead. Namun, sulit bagi kita untuk mendapatkan konsumen jika kita langsung menawarkan kepada mereka harga yang paling mahal. Jika kita berbicara tanpa funnelling, produk kita tak akan diminati oleh banyak orang. Tetapi ketika memulai dengan funnelling, maka kita akan mendapatkan orang-orang ang benar-benar berminat atas apa yang kita jual.

Bagaimana memperbanyak lead? Salah satu caranya adalah dengan menggunakan spanduk.dengan menuliskan kata “Gratis”. Aplikasi kata gratis bisa di jelaskan ketika pelanggan sudah datang tentang item-item mana yang kena gratis. Karena kata GRATIS membuat orang mau datang karena mereka merasa tidak perlu mengeluarkan biaya dan hal tersebut memang sebaiknya dilakukan.

Setelah memperbanyak lead, dan mereka datang, lalu bagaimana memperbesar persentase calon konsumen yang sudah datang tersebut menjadi konsumen kita? Mudah saja caranya. Pada saat mereka datang, kita buktikan bahwa dia memang perlu membeli sesuatu yang mendesak dan penting. Misalnya, pada saat pengecekan Rem disuatu perusahaan bengkel, teknisi yang ahli bisa menggunakan penggaris “F” dan kemudian teknisi memperlihatkan data yang terdapat pda buku manual.”Ini lho pak, menurut majalah tingkat keamanan rem ada batas-batasnya, kemudian membandingkan dengan hasil yang dilakukan dengan menggunakan penggaris F tadi.

Tentu saja orang itu pun akan dengan senang hati mengganti rem kendaraannya dari pada terjadi sesuatu yang membahayakan keselamatannya. Padahal bengkel ini telah memasang spanduk GRATIS



2, Jurus BADAWI.

Kata Badawi adalah perdana menteri negara tetangga kita, malaysia. Badawi yang memberikan batas waktu bagi para TKI ilegal untuk meninggalkan malaysia. Jika batas waktu telah tiba maka setiap TKI akan di hukum. Dengan demikian TKI pun mulai berfikir berulang kali untuk tetap bertahan di malaysia. System ini memberikan efek jera kepada para TKI Ilegal untuk datang ke negara tesebut dan memang sangat efektif.

Demikian pula halnya dengan bisnis kita. Dalam menjual produk melakukan back end sale. Dalam menjual produk biasanya memberikan batas waktu dan batas jumlah orang yang berhak mendapatkannya. Kalau masih ada yang ragu perlu mengulur waktu. Namun perlu memberikan penegasan bahwa setalah pernyataan saya terkahir ini, produk tersebut benar-benar sudah tidak bisa dibeli lagi karena produk habis dan masa waktu pembeliannya juga habis.

Dengan demikian meskipun ada beberapa orang setengah memaska untuk membeli produk tersebut. Diperlukan ketegasan bahwa produk tersebut benar-benar sudah habis, jika mereka bersedia, mereka harus menunggu selama 6 bulan dalam. Jurus ini memang memerlukan ketegasan dan konsistensi.

Cara itu menimbulkan dampak tertentu, yang menyadarkan para calon pembeli bahwa penjualan memang benar-benar terbatas. Dengan begitu dikemudian hari ketika mendapatkan peluang, mereka menjadi lebih berani untuk melakukan pembelian lebih awal karena takuk benar-benar kehabisan produk yang mereka inginkan. Intinya adalah marketing harus baik.

3. Jurus Orchard Road

Dalam kegiatan pemasaran kita harus selalu memegang prinsip bahwa MARKETING ITU HARUS BAIK ADANYA, TIDAK BOLEH MENIPU. Hal itu dimaksudkan agar kita bisa mendapatkan konsumen yang semakin setia kepada kita dan produk atau jasa yang kita jual. Jika konsumen tetap ingin membeli produk yang sudah diinginkannya dan kita sudah memberikan harga yang murah sebaiknya kita harus meluluskan permintaanya. Setalah itu, kita bisa dengan cara yang lebih baik, menawarkan produk-produk kita yang lain melalui cross selling.

Jurus Orchard Road adalah nama sebuah jalan di Singapura, beberapa toko di tempat itu saling menjatuhkan produk yang satu dengan yang lainnya. Pembeli ingin membeli produk a tapi yang ditawarkan b dengan jalan menurunkan harga dan menjelekkan produk a. Kuncinya di Orchard Road adalah, jika kita menanyakan suatu produk tertntu dan kita telah mengetahui spesifikasinya, para penjual cenderung langsung menurunkan harganya dan mereka berusaha menawarkan produk lainnya. Meskipun harga sudah diturunkan, sebenarnya produk itu tidak boleh dibeli.

4. Jurus Kentucky

Cara ini adalah dengan menawarkan produk berikutnya setelah pembeli memesan produk tertentu, Apakah setiap pengunjung KFC merasakan bahwa telah terkena “Jurus Kentucky'?” disinilah kehebatan KFC melakukan jurus marketing yang sangat ampuh luar biasa, yang mampu meningkatkan pemasaran produk mereka secara signifikan.

Setelah membeli ayam goreng original, dapat dipastikan kasirnya akan bertanya, “Kentangnya pak” , “Perkedelnya pak”. Jika kita masih menolak, mereka akan berkata lagi :”kami sedang mengadakan promo terbatas, pak, hanya dengan lima ribu rupiah, anak anda bisa mendapatkan mainan yang sangat menarik ini “ Demikian seterusnya, hingga akhirnya kita dengan senang hati mengeluarkan ekstra untuk membeli produk-produk lainnya sekaligus.

Secara umum teknik teersebut dapat kita gunakan untuk hampir seluruh produk atau jasa yang kita tawarkan, yang penting adalah mereka mau datang dulu. Setelah itu baru kita tawari paket produk yang menarik lainnya.


5. Jurus Marketing ala narkoba

Para penjual narkoba biasanya memberikan narkoba secara gratis lebih dahulu, dan setelah mereka menjadi pencandu, baru para pecandu ditawari narkoba dengan harga tertentu.

Gunakan teknik itu untuk tujuan positif, yakni untuk meningkatkan pemasaran produk kita, atau memberikan manfaat positif kepada seseorang.

Intinya adalah mereka diminta untuk mencoba dulu suatu produk, setelah kencaduan baru bayar lebih mahal dengan menggunakan funnelling.


6. Jurus Anak Goblok.

Di dalam marketing kepengin mencari untuk sebanyak mungkin di depan, akibatnya malah buntung, karena hanya untuk sekali. Sebenarnya yang paling penting rapai terlebih dahulu walaupun margin kecil, daripada margin besar tetapi tidak laku. Tentu saja yang terbaik adalah ramai dan marginya besar.

Jurus ini terlahir dari seorang anak kecil ketika ditawari milih mana Rp100 dengan Rp50 dan dia selalu memilih Rp50. Rp50 memang kecil dari Rp100 tapi karena kecilnya orang sering menawarkan milih mana 100 atau 50 dan dia tetap memilih 50. sekiranya dia memilih seratus maka mungkin penawaran berikutnya sudah tidak ada.




2 komentar :

mas doyok said...

semangat ngeblog yaaaaaaaaaa
:D

muchtarkendari said...

hehehe...:D

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

Terimakasih banyak atas kunjungannya