PETUALANGAN DI PULAU PADEI PETUALANGAN DI PULAU PADEI

Sunday, January 31, 2010

PETUALANGAN DI PULAU PADEI

. Sunday, January 31, 2010

Padei, adalah nama sebuah pulau yang ada di sebelah timur pulau Sulawesi. Secara pemerintahan pulau padei ini berada pada wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Pulai Padei terdiri dari beberapa pulau yang ada disekitarnya, termasuk pulau menui.

Pulau ini pada tahun lalu (16-10-2009) pernah diguncang gempa berkekuatan 5,8 skala Richter (SR) dan menimbulkan isu tsunami yang bisa menenggelamkan pulai. sehingga sebahagian warga pulau ini harus meninggalkan pulau dan mengungsi ke Kendari.

Pulau padei adalah menjadi tujuan petualangan saya akhir bulan Januari 2010. Tepatnya pada hari Sabtu, 30 Januari 2010 saya bertolak dari Kendari menuju pulau ini dengan menggunakan perahu nelayan.

Perahu ini hanya bermesin merek yanmar 30PK. Panjang perahu kurang lebih 7 meter dengan lebar pada bagian tengah perahu kurang lebih 1,5 meter. Perahu ini tumpangi oleh 10 orang. Dari sepuluh orang terdapat anak pemilik perahu dengan usia baru kelas 3 SD. Perahu ini biasa digunakan oleh pemiliknya untuk mendistribusikan hasil tangkapan ikan ke pasar pelelangan. Kapal ini hanya meliki tenda pada bagian tengah perahu. Ukuran tendanya kurang lebih 1,5 x 2 meter.

Saya tidak bisa menghitung berapa jam dalam perjalanan dari Kendari menuju pulau Padei. Hari itu, Sabtu sekitar jam 10.30 Wita cuaca di laut kurang bersahabat. Sejak perahu memasuki pulau bukori, kami dihadang oleh gelombang yang cukup tinggi. Berkali-kali perahu di guncang dengan dahsyat. Seluruh penumpang basah kuyup dari hempasan air laut.

Saya melihat dua orang sahabat yang berada di haluan perahu beberapa kali menengok juru kemudi. Saya tidak paham maksud dua sahabat ini menengok. Komunikasi diatara penumpang dengan suara tidak bisa terdengar lagi akibat suara ombak yang menghatam perahu. Ditambah lagi suara mesin perahu. Tapi saya bisa menangkap dalam hati bahwa, dua sahabat ini bisa jadi ”ada ketakutan”.

Suasana menantang ini baru berakhir setelah pulau menui sudah nampak di mata. Perahu yang kami tumpangi tiba di pulau padei pada pukul 16.30 wita. Berarti kurang lebih 7 jam perjalanan kami dari Kendari baru sampai di pulau padei.

Di Pulau padei kami istirahat sejenak kurang lebih setengah jam. Dalam suasana istriharat ini kami baru bisa makan siang dari bekal yang di bawa. Selain itu untuk makan malam kami menitipkan beras dan kopi di salah satu warga penghuni pulau padei untuk dimasakkan.

Setelah rehat sejenak, perjalanan kami lanjutkan untuk memancing. Lokasi pemancingan tentu di sekitar pulau padei. Kegiatan memancing tentu tidak sama dengan liputan yang ada di mancing mania. Kami memancing dengan peralatan sederhana dan manual. Tidak menggunakan stick. Tidak menggunakan alat deteksi ikan.

Kalau membanding lokasi memancing yang biasa yang lakukan, kali ini jauh lebih menyenangkan. Pertama kali pancing saya turunkan dengan kedalaman kurang lebih 30 meter, langsung disambar ikan. Wow, menyenangkan sekali karena ikan saya bisa dapatkan. Aneka jenis ikan yang saya dapatkan. Kebanyakan ikan yang biasa hidup di karang. Karena cara mancing masih manual. Satu peristiwa yang dialami teman saya dan harus bekerja keras hingga setengah jam untuk menaikkan hasil tangkapannya. Tapi sayang ikan ini tidak berhasil dinaikkan. Terlepas dan setelah nilyon dinaikkan semua, ternyata mata kail menjadi lurus.

Kegiatan memancing ini berlangsung hingga pagi. Sebelum memutuskan kembali ke Kendari kami masih sempat memancing pagi. Beberapa ikan pun kami dapatkan. Sebelum memutuskan kembali ke Kendari, kami benahi hasil tangkapan dengan es agar ikan masih segar sampai di Kendari.

Minggu, 31 Januari 2010, kami tinggalkan pulau padei sekitar jam 09.00 wita. Perjalanan kembali ke kendari cukup menyenangkan. Ombak tidak didapatkan lagi saat ke pulau padei. Mulus dan sungguh menikmati. Dalam perjalanan pulang, beberapa kali kami bertemu gerombolan ikan yang menampakkan siripnya diatas permukaan air laut. Bahkan beberapa ikan melakukan akrobat dengan loncatan diatas permukaan air laut.

Tepat pukul 13.00 kami tiba di kendari. Berarti perjalan pulang ditempuh jauh lebih cepat dibanding saat pergi. Hal ini disebabkan karena ombak dan cuaca yang berbeda saat pergi dan pulang. Keinginan untuk kembali ke pulau padei untuk kegiatan mancing masih kuat. Selain lokasi pemancingan yang menyenangkan, di tempat ini juga ikannya cukup banyak dan besar-besar.



0 komentar :

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

Terimakasih banyak atas kunjungannya