Susah oh susahnya susah Susah oh susahnya susah

Tuesday, March 30, 2010

Susah oh susahnya susah

. Tuesday, March 30, 2010

Susah, dapat dipastikan pernah mampir dalam kehidupan kita. Segalanya terasa rumit jika penyakit yang satu ini mampir dalam diri kita. Meski setumpuk uang terkadang macet juga untuk menyelesaikannya. Apalagi kalau tidak punya uang, bagaimana itu parahnya


Berikut daftar susah yang pernah singgah, susah cari kerja, susah tidak punya uang, susah tidak punya rumah, susah di bohongi pacar, susah tidak punya kendaraan, susah penyakit tidak sembuh-sembuh, susah tidak dapat menunaikan ibadah haji, susah hidupnya jauh dari kedua orang tua, susah sedang jatuh cinta tapi di tolak, susah gaji sedikit, susah postingan di kompasiana tidak konsisten dan sejuta susah lagi lainnya.

Ketika susah datang saya pun heran kenapa rasa frustasi juga hadir. Padahal jelas-jelas frustasi itu saya tidak mengundangnya. Saya lalu menganggap bahwa itu adalah hukum sebab akibat biar tidak menambah parah lagi susahku.

Bagi saya berita seperti yang dialami oleh gayus adalah juga bagian dari penyakit “susah” meski gaji pns yang bergolongan IIIa itu ia dapatkan 12 jutaan per bulan. Seandainya saya tahu sebelum dilahirkan bahwa susah itu tidak enak, maka saya akan minta tolong untuk batal dilahirkan saja.

Jangankan gayus, dari pengamatan saya ternyata jadi presiden pun juga susah. Di demo, di hujat macam-macam. Seandainya saya jadi presiden saya akan menggaji seluruh rakyatku sebesar 2 kali upah regional provinsi, bebas biaya pendidikan, bebas biaya kesehatan, bebas naik hají asalkan sudah mampu. Pasalnya, coba perhatikan saat ini banyak orang yang sudah mampu tapi masih harus masuk dalam daftar tunggu. Tunggu apalagi? tunggu sampai orang itu mati ya! Atau tunggu korupsi jalan baru bisa lolos!

Susah apa yang kita hadapi hari ini? Ternyata hari ini telah memasuki masa-masa kritis bagi yang gajian. Susah tanggal tua. Sementara anak tidak mengerti mita beli ini, beli itu mau cetak uang palsu jelas melanggar aturan. Malah lebih panjang lagi urusannya dengan aparat. Jangan coba-coba ciptakan susah baru. Tunggu saja saat nya akan tiba, apakah susah itu bertambah atau berkurang. Atau kita tunggu susah itu membunuh kita.

Masih baik, kalau susahnya berakhir sampai disitu. Bagaimana kalau susah itu berlanjut dialam akhirat? Minta tolong kepada siapa lagi? Kepada Aparat ? Adakah sosok yang bisa membantu susah kita kelak dialam akhirat? Jawabnya pasti ada. Apabila kamu mampu bersabar melawan susahmu dengan tidak menyusahkan orang lain. Gampang kan.! Jadi buat apa ikut2an ala Gayus atau ala perampok lainnya. Santai dan nikmati hidup ini apa adanya.

Salam susah dari kendari


0 komentar :

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

Terimakasih banyak atas kunjungannya